Pemuda Dan SDM Unggul

Dalam kegiatan JAMBORE CIPAYUNG Se-Jawa timur yg bertemakan "Mahasiswa Pemimpin Masa Depan SDM Unggul Indonesia Maju"dihadiri oleh Bpk Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan. Dalam pertemuan trsebut, beliau menekankan soal peran pemuda dalam menghadapi Isu Demografi dan Revolusi industri di masa yg akan dtang. 

Menurut beliau, eksistensi tekhnologi tidak dpat dipungkiri lagi. Oleh krena itu mahasiswa dituntut untuk dpat menyesuaikan diri dengan pengaruh2 yg ada serta menggunakan daya pikir rasional. Kasus hoaks, radikalisme semakin berakar di kanca nasional, itu menjadi PR besar yg harus dihadapi.

Dalam pertemuan trsebut beliau menawarkan solusi yg setidaknya dapat menjwab pertanyaan soal SDM Unggul Seperti apa yg diharapkan dari pemuda indonesia? yaitu,
1. kreatifitas,
Dalam hal ini, beliau menekan soal pentingnya tingkat kreatifitas dalam diri generasi muda. Kreatifitas yang dimaksud adalah implementasi dari ilmu yang telah diserap di bangku pendidikan, seperti menciptakan lapangan pekerjaan baru dan bersaing di tengah msyarakat.
2. karakter yang unggul
Karakter sangat berperan penting dalam kemajuan individu. karakter (mental) yang kuat tentunya mampu bersaing di bidang apa sj di kanca nasional maupun internasional. Akan tetapi karakter tersebut perlu dilandasi oleh kemampuan kognitif dan moral yang kuat. 
3. Kapasitas intelektual yang kuat.
Di mana dalam hal ini melalui kegiatan membaca buku-buku science.

Hal trsebut ditekankan lagi oleh Bpk Bupati Pemekasan Madura dalam materinya, di mana beliau mendorong generasi muda untuk terus belajar serta mampu mengkritisi segala isu yg menyerang kalangan masyarakat. 

Beliau menawarkan 3 solusi yg hemat saya perlu diimplemantasikan yaitu, 
-punya prinsip
-punya keinginan
-serta komitmen yang kuat

Hemat penulis dari bebarapa buah pemikiran di atas cukup membantu memecahkan masalah yg sedang dihadpi oleh generasi muda (milenial) dewasa ini. 

Semoga bermanfaat dan salam sukses.

Comments

Popular posts from this blog

EDUARDUS : "Pemilu 2024 Sebagai Momentum Keberpihakan Terhadap Kaum Tertindas"